Menu
Pencarian


Peneliti UNITRI Ciptakan Terobosan: Kolam Edukatif untuk Sembuhkan Stres Belajar Siswa SD

JTV Malang - Sabtu, 8 Agustus 2026 09:35
Peneliti UNITRI Ciptakan Terobosan: Kolam Edukatif untuk Sembuhkan Stres Belajar Siswa SD
Peneliti UNITRI buktikan kolam edukatif sembuhkan stres siswa SD. 63% siswa alami masalah mental akibat kejenuhan akademis.

KOTA MALANG - Portal jtv - Badan riset Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) meluncurkan inovasi revolusioner di dunia pendidikan dasar. Sebuah prototipe kolam edukatif berbasis konsep salutogenik resmi beroperasi di SDN Tulusrejo 3 Kota Malang, Senin (3/8). Fasilitas ini diklaim mampu menjadi ruang pemulihan kesehatan mental sekaligus laboratorium alam bagi para siswa.

Riset yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Tahun 2026 ini melibatkan kolaborasi empat peneliti dari UNITRI dan BINUS University. Mereka adalah Irawan Setyabudi, S.T., M.T. sebagai ketua tim, Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas, S.Kep., Ns., M.Kep., Ida Bagus Ananta Wijaya, S.T., M.T., serta dua mahasiswa Ahmad Faizal dan Fransiska Ananda.

Penelitian awal mengungkap fakta mencengangkan. Dari 100 siswa yang menjalani pre-test kesehatan mental, 63 persen masuk kategori masalah kesehatan mental tingkat sedang, sementara 37 persen lainnya berada pada tingkat ringan. Penyebab utamanya adalah kejenuhan akademis rutin yang dialami pelajar.

"Sekolah bukan sekadar tempat menuntut ilmu. Lingkungan harus mampu menyembuhkan. Kami membangun ini bukan berdasarkan asumsi, tetapi bukti ilmiah," tegas Irawan Setyabudi di sela-sela peresmian prototipe, Senin.

Kolam seluas 4x6 meter itu dibangun di area belakang sekolah yang sebelumnya terbengkalai. Kini, lokasi tersebut bertransformasi menjadi kawasan dengan:

· Air mancur bergemericik untuk menurunkan kecemasan

· Sistem daur ulang air wudhu sebagai wujud konservasi

· Tanaman air dan aromatik seperti serai, rosemary, dan teratai

· Bangku taman aman untuk area refleksi siswa

Desain ini mengintegrasikan tiga pendekatan ilmiah: prinsip salutogenesis (lingkungan pendukung kesehatan), Attention Restoration Theory (pemulihan kelelahan kognitif), dan Biophilic Design (koneksi manusia-alam).

Kepala SDN Tulusrejo 3, Ike Dahnia, S.Pd., M.Pd., mengaku terkesan dengan dampak positif fasilitas tersebut.

"Dulu kolam ini bocor dan tak terawat. Sekarang menjadi primadona siswa saat istirahat. Mereka belajar ekosistem air, mengamati ikan, merasakan ketenangan. Saat kembali ke kelas, fokus belajar mereka jauh lebih segar," ujar Ike penuh antusias.

Kolam edukatif ini juga diintegrasikan dengan mata pelajaran IPAS dan program Adiwiyata. Siswa dapat belajar secara langsung (experiential learning) tentang ekosistem air dan tanaman.

Keberhasilan ini tidak berhenti di satu sekolah. Tim peneliti merumuskan Model Adaptif Lanskap Salutogenik yang diklasifikasi dalam tiga tipologi:

· Tipe A: Sekolah dengan lahan luas

· Tipe B: Sekolah dengan lahan sedang

· Tipe C: Sekolah dengan lahan sempit/padat

Model ini memungkinkan replikasi di berbagai sekolah dasar perkotaan di Indonesia dengan kondisi lahan berbeda.

"Kami ingin mengubah paradigma. Ruang terbuka sekolah bukan area sisa, melainkan ekosistem pendidikan yang menyehatkan fisik, mental, dan emosional peserta didik," pungkas Irawan.

Riset ini dijadwalkan berlanjut dengan uji efektivitas dan pengembangan prototipe di sekolah-sekolah lain di wilayah Malang Raya.(Ali)

Editor : JTV Malang






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.